Pengalaman Pertama Kuliah Tatap Muka

 Nama : Raudhatul Jannah 

NIM : 12001187 

Kls/Sem : E PAI / 5 


Pengalaman Kuliah Semester 4 dan Harapan untuk Kedepannya 

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh 

Halo namaku Raudhatul Jannah atau biasa disapa Ana. Aku kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Pengalamanku saat menginjak semester 4 ini cukup berbeda dan sangat berkesan menurutku, untuk kali pertama kuliah diadakan tatap muka dalam waktu yang cukup lama dari sebelumnya yang hanya beberapa kali pertemuan saja. Tetapi kali ini juga berbeda karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Sangat senang rasanya bisa merasakan duduk di kelas yang sudah dijadwalkan sebagaimana mestinya mahasiswa, dapat mendengarkan langsung penjelasam dosen, dapat bertemu langsung dengan teman sekelas yang biasanya hanya bertatap muka via google meet atau zoom meeting. Kelas kami biasanya berada di lantai 4 karena sangat jarang mendapatkan ruang di lantai 3, setiap hari kami naik ke lantai 4 dan sedang berpuasa Ramadhan. 

Mata Kuliah yang pertama kali dilakukan tatap muka adalah mata kuliah Media Pembelajaran dan dilanjutkan dengan mata kuliah Pengembangan Materi PAI Dasar (2) yang kebetulan aku adalah penanggung jawab di mata kuliah tersebut. Awalnya aku sedikit kaget karena saat chat dosen tersebut meminta perkuliahan diadakan offline atau tatap muka, tetapi karena semangat ingin bertemu teman-teman maka aku menjadi senang. Teman-teman juga menyambut kabar tersebut dengan senang, kami akhirnya merasakan kuliah tatap muka. 

Seperti biasanya, kebanyakan mata kuliah mengharuskan kami untuk membentuk kelompok membuat makalah dan presentasi. Aku sangat gugup saat harus presentasi secara langsung dihadapan dosen dan teman-teman, dimana yang selama ini hanya dilakukan via google meet dan sekarang harus berada langsung di depan kelas dan dihadapan teman-teman. 

Mata Kuliah hari senin di kelas kami yaitu mata kuliah Magang 1 dan Statistik. Untuk pertama kalinya kami terjun langsung ke Sekolah untuk melakukan observasi di lingkungan Sekolah untuk memenuhi tugas mata kuliah Magang 1. Anggota kelompok aku adalah teman akrabku di kelas, yaitu Divaniar Aulia, Widya Aprina, Annisa, Dede Agustianto, Amri Nurfadillah, Yasser Defansa, dan Bagus Rahman. Sekolah yang kami pilih adalah MTs N 1 Pontianak yang ber alamatkan di jalan Alianyang dan alasan kami memilih sekolah ini adalah karena salah satu anggota kelompok kami merupakan alumni Sekolah tersebut, jadi memudahkan tugas kami untuk mengetahui ruang dan tempat-tempat yang ada di sekolah tersebut.

 Alasan lain  juga karena lokasi sekolah tersebut sangat strategis untuk kelompok kami yang rumahnya lumayan berjauhan, jadi kami memilih lokasi sekolah di tengah-tengah antara rumah kami.  Magang yang kami lakukan berjalan lancar, namun ada sedikit hambatan karena waktu kami melakukan observasi sudah hampir menjelang libur sekolah. kami melakukan observasi ini dibulan suci Ramadhan.

Selama kami melaksanakan observasi, kami mengamati beberapa perilaku siswa di sekolah tersebut, seperti Saat awal masuk, peserta didik menyapa satpam tetapi tidak semuanya, hanya sebagian saja. Pada masa pandemi ini mereka setiap hari selalu memakai masker dan mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan disamping pagar/gerbang masuk. Bagi peserta didik yang bertugas piket, mereka membagi tugas ada yang menyapu, mengepel dan membuang sampah. 

Biasanya setiap 15 menit sebelum memulai aktivitas belajar siswa diharapkan untuk membaca Al-Qur’an. Pada bulan Ramadhan, mereka melaksanakan sholat Dhuha yang sudah ditentukan jadwalnya dan juga mendengarkan kultum yang disampaikan oleh guru yang bertugas. Dan setiap satu tahun sekali diadakan khataman Al-Qur’an secara massal beserta wisuda tahfidz ( para penghafal Al-Qur’an). 

Diluar bulan Ramadhan, Pada saat siang hari siswa diharapkan sholat dzuhur berjama’ah. Akan tetapi itu hanya dilakukan pada saat sebelum covid-19 menyerang. Namun, untuk saat ini masih belum melonggarkan untuk sholat dzuhur berjama’ah di sekolah. Maka, dari itu siswa hanya dapat sekolah sebelum dzuhur. Setiap hari senin selalu melaksanakan kegiatan Upacara bendera. Dan pada hari jum’at biasanya melakukan senam bersama dilapangan atau ngaji bersama di dalam kelas masing-masing.

Hubungan antara siswa dengan siswa dapat dikatakan bahwa mereka saling akrab, akur satu sama lain, dan memiliki hubungan yang baik. Dikatakan oleh salah satu guru di MTS N 1 Pontianak ketika melakukan pembelajaran Home Visit, tampak dari siswa yang hadir saling senang ketika mereka bertemu setelah sekian lama mereka berpisah dikarenakan wabah Covid-19 ini. Mereka saling akrab, tertawa, tampak keceriaan di wajah mereka masing-masing.

Untuk mengetahui tingkat kognitif peserta didik, di MTS N. 1 Pontianak dilakukan dengan cara Post Test atau Evaluasi Belajar. Pendidik memberikan tugas, latihan-latihan soal (bersifat mingguan), serta ulangan harian, MID semester, dan Penilaian Akir Semseter (PAS) atau Ulangan semester. Beberapa cara penugasan tersebut, pendidik dapat melihat pencapaian dalam pengetahuan oleh peserta didik dengan nilai yang diperoleh setelah mereka menjawab sebagai hasil belajar. Melalui hasil belajar ini, pendidik dapat mengevaluasi materi ajar mana saja yang belum dipahami oleh peserta didik. Sehingga, pendidik bisa mengulang atau menyampaikan kembali materi tersebut.

Dari tiga hari Magang 1 di MTS N 1 Pontianak dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar di MTS N 1 Pontianak cukup baik. Kita bisa merasakan dan memahami betapa sulitnya menjadi guru profesional, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini. Kami juga belajar tentang lingkungan MTS N 1 Pontianak, proses pengajaran baik online maupun offline, dan situasi nyata. Melalui magang ini kita lebih banyak belajar tentang situasi dan kondisi lingkungan madrasah, bagaimana menghadapi berbagai permasalahan yang muncul di dalam kelas, dll. 

kami mendapatkan informasi yang sangat membanggakan sekolah, yaitu sebagian prestasi yang sudah pernah diraih.  Prestasi kesiswaan Mtsn 1 Pontianak dalam tiga tahun terakhir ini (sebelum pandemi Covid-19) pada awalnya yang lebih banyak mendapatkan piala/penghargaan yakni, Paskibra dan Pramuka. Di bulan suci Ramadhan baru-baru ini Mtsn 1 Pontianak mendapatkan penghargaan juara 1 di bidang Muratal Qur’an. Dalam satu tahun ajaran 2018/2019 ini tercatat Pasikbra memiliki piala bergilir sebanyak tujuh piala. Jadi, total semua penghargaan (Piala) yang di raih pada tahun ini sebanyak 74 piala bergilir

observasi kami lakukan diluar jam kuliah atau pada saat kuliah yang mata kuliahnya online. Kami melaksanakan observasi hanya tiga hari, selebihnya kami mengurus persiapan surat Magang 1, meminta tanda tangan, dll. Kami melaksanakan mulai dari tanggal 25 April 2022 hingga 27 April 2022. Kami di sambut sangat baik oleh tenaga pendidik dan warga sekolah lainnya yang ada di MTs N 1 Pontianak. 

Saran kami terhadap kegiatan yang sudah kami laksanakan ini adalah MTS N 1 Pontianak yang tentunya sudah memenuhi syarat untuk di jadikan sebagai tempat magang oleh para peserta magang. Maka dari itu kami berharap semoga hasil dari kegiatan Magang 1 ini dapat berguna bagi kami dan teman-teman ketika berada di lingkungan masyarakat nantinya. Semoga dari hal yang bisa ini menjadi yang luar biasa di kedepankanya nanti, oleh karena itu saran dan masukan mengenai hasil observasi ini sangat kami perlukan sebagai batu loncat untuk  kami agar bisa memperbaiki laporan kami. 

Selanjutnya pada mata kuliah statistik,  selama kuliah inilah pertama kalinya kami mendapat tugas hitung-hitungan karena sebelumnya memang tidak ada hitung-hitungan. Pada mata kuliah ini, dilaksanakan siang hari dan hanya melalui via google meet saja. Siang hari pada jam 1 adalah jam ngantuk dan lapar di saat bulan puasa ini. Bahkan sesekali aku ketiduran saat jam kuliah, sehingga aku ketinggalan beberapa materi yang disampaikan. 

Karena kebanyakan teman-teman kurang memahami materi statistik secara online, akhinya kami meminta untuk diadakan kuliah tatap muka di ruang kelas saja. Akhirnya kami dan dosen mengatur jadwal untuk kuliah tatap muka dan mempersiapkan materi yang mana yang belum kami pahami. Lumayan melelahkan harus setiap hari ke kampus di bulan puasa ini. tetapi lama-lama kami mulai terbiasa melakukannya. 

Untuk hari Selasa jadwal mata kuliah kami adalah mata kuliah Media Pembelajaran dan Pengembangan Materi PAI Dasar 2. Dimana mata kuliah ini sudah dari awal akan dilaksanakan secara offline atau tatap muka. Untuk mata kuliah Media Pembelajaran ini dilaksanakan pagi hari, yaitu jam 7 pagi. Awalnya aku merasa sangat berat harus bangun pagi dan siap-siap ke kampus sepagi itu, tetapi seiring berjalannya waktu semua sudah terbiasa. 

Mata kuliah media pembelajaran ini cukup menyenangkan karena menjelaskan media-media apa saja yang akan kami gunakan nanti saat mengajar. Kami juga membentuk kelompok dengan tugas yang sudah ditentukan. Aku mendapat kelompok 4 yang lumayan awal presentasinya, dengan materi “Media Pembelajaran Grafis”. Kelompok aku hanya beranggotakan 2 orang, yaitu aku dan Widya Aprina. 

Untuk pertama kalinya aku dan Widya melakukan presentasi secara offline, untungnya saat itu kami sudah lumayan paham dengan materi yang akan kami sampaikan dan cuaca sedang hujan, jadi banyak temanku tidak masuk, yang membuatku lebih percaya diri saat tidak terlalu ramai. Setelah presentasi, kami melakukan tanya jawab seperti biasanya. 

Setelah kami selesai melakukan presentasi, rasanya hilang sudah beban untuk 1 mata kuliah. dilanjutkan dengan kelompok-kelompok berikutnya. Untuk mata kuliah ini, benar-benar banyak memberikan pelajaran untuk persiapan kedepannya, kami menjadi lebih mudah dalam menentukan media apa yang cocok untuk setiap jenjang dan setiap materi yang akan disampaikan nanti. 

Di akhir jam kuliah, dosen media pembelajaran ini selalu memberikan tanggapan dan koreksi atas apa yang sudah kami sampaikan, jadi kami mendapat feedback secara langsung untuk kedepannya agar lebih baik lagi. Tidak seperti semester sebelumnya yang kurang mendapatkan koreksi dari dosen, yang membuat kami tidak sadar dengan kesalahan kami. Saat kelompok lain presentasi yang harus membuat media pembelajaran berbasis aplikasi, kami semua ikut melakukan juga melalui smart phone kami masing-masing. 

Setelah kami semua mengikuti langkah-langkah yang sudah dicontohkan teman yang presentasi, kami juga diminta dosen tersebut untuk mengirim hasil dari yang kami kerjakan. Hal ini memudahkan kami untuk bisa memahami aplikasi tersebut karena sudah di praktekkan. Dosen juga mengoreksi satu per satu pekerjaan kami. 

Setelah jam kuliah Media Pembelajaran, kami melanjutkan mata kuliah Pengembangan Materi PAI Dasar 2. Kebetulan aku adalah penanggung jawab mata kuliah ini. di awal perkuliahan belum ada tugas dan belum ada pembagian kelompok, kami hanya berkenalan dengan dosen dan sedikit wejangan untuk kami. Setelah beberapa kali pertemuan dan di bulan puasa untuk mata kuliah ini hanya dilaksanakan secara online saja. Setelah idul fitri, baru lah kami melanjutkan perkuliahan offline. 

Pada mata kuliah ini, kami diminta untuk simulasi menjadi guru dihadapan teman-teman dan dosen. Kebetulan aku kelompok 9 yang harus tampil secara offline. Aku sangat gugup harus tampil didepan kelas yang seolah menjadi guru sungguhan. Yang menjadikan aku gugup karena muridnya adalah teman sendiri. Sebelumnya sudah pernah menjadi guru dihadapan teman-teman, namun bedanya dulu melalui video. Dimana dengan video ini bisa diberi jeda sebentar jika kehilangan fokus. 

Beruntungnya aku bisa menyelesaikan simulasi ini dengan penuh percaya diri, walaupun teman-teman ada yang mengkritik aku kurang percaya diri dan agak sedikit monoton atau terpaku pada teks materi pembelajaran. Namun hal tersebut akan aku jadikan pembelajaran untuk kedepannya. Ditambah lagi, saat aku berdiri didepan, dosennya agak sedikit telat dan memberitahukan kepada kami agar mulai dulu perkuliahannya sambil menunggu urusan dosen tersebut selesai.

Untuk UTS mata kuliah Pengembangan Materi PAI Dasar, kami hanya membuat makalah review buku PAI SMP dan meringkas materi pada buku tersebut. karena aku penanggung jawab mata kuliah tersebut, jadi teman-teman mengumpulkan makalah dengan aku terlebih dahulu, setelah semua sudah terkumpul, barulah aku serahkan tugas ini ke dosen pengampu. 

Jadwal mata kuliah di hari rabu, yaitu Evaluasi Pembelajaran dan Mata Kuliah Pendekatan dan strategi pembelajaran PAI. Di hari rabu ini sedikit berbeda karena pada mata kuliah evaluasi ini tidak pernah sama sekali kami melakukan perkuliahan tatap muka atau offline, bahkan melalui via google meet saja tidak wajib diikuti karena absen melului e-lerning saja. 

Namun, walaupun sangat mudah dan fleksibel melakukan perkuliahan online ini, kami juga dibebankan dengan tugas yang lumayan sulit. Setiap minggunya kami selalu diberi tugas dan saat ujian tengah semester dan ujian akhir semester, tugas tersebut dijadikan satu file. Mengenai tugas evaluasi ini, kami selalu mengerjakan bersama-sama disebuah cafe atau di rumah teman. 

Kami saling berbagi pengetahuan, namun kami tidak saling menjiplak atau menyalin jawaban teman saja. Kami saling mengajarkan jika tidak ada yang mengetahui, hampir setiap hari, setiap pulang kuliah kami selalu berkumpul terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah masing-masing. Kami juga punya tempat nongkrong atau tempat mengerjakan tugas langganan yang berada tidak jauh dari kampus kami. 

Aku dan teman-teman tidak hanya mengerjakan tugas di hari kuliah saja, aku juga mengerjakan tugas di saat weekend karena deadline yang cukup singkat membuat aku dan teman-teman kembali mengerjakan tugas walaupun di hari libur. Bersama teman memang lebih mudah dan meringankan, namun sangat sulit fokus jika sudah bercerita dengan teman tentang hal-hal yang tidak menyangkut perkuliahan. 

Pada mata kuliah evaluasi ini, dosen hanya mengenal beberapa mahasiswa saja dari kelasku, karena masuk google meet  tidak di wajibkan, tak jarang yang masuk meet hanya beberapa orang saja. Bahkan aku juga jarang masuk meet karena mulainya sangat pagi yaitu jam 7 dan harus wajib on cam. Di jam segini aku tidak bisa on cam karena masih mengantuk. Mata kuliah Evaluasi ini sangat penting untuk kedepannya, karena mengajarkan kita tentang bagaimana cara mengevaluasi pekerjaan murid, evaluasi diri, dan evaluasi sikap murid.

 Tak jarang banyak sekali murid yang masih memiliki perilaku yang harus diberi perhatian lebih. Terutama pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, di mana pelajaran ini harus sudah ada sedini mungkin ditanamkan kepada murid. Mulai dari sikap spiritual, sikap antar sesama teman, sikap siswa kepada guru, pengetahuan, dan keterampilan siswa juga perlu diperhatikan. 

Setelah mata kuliah Evaluasi ini berakhir, masih ada waktu untuk kami istirahat dan mempersiapkan mata kuliah selanjutnya, yaitu Pendekatan dan Strategi pembelajaran PAI. Mata kuliah ini lah yang menurutku banyak tugasnya, karena kami hanya 3 orang dalam kelompok. Beruntungnya, kelompokku bekerja sama dengan baik. Pada mata kuliah ini, tugas yang diberikan yaitu membuat makalah dengan judul yang sudah ditentukan, membuat ppt, membuat format pembelajaran yang akan dijadikan acuan sebagai video mengajar. 

Jadi, pada mata kuliah pendekatan dan strategi pembelajaran ini juga ada praktek mengajarnya, tetapi kami bebas memilih online ataupun offline. Aku dan kelompokku mulai menyicil tugas ini dari sejak kelompok 6 yang maju, karena kami kelompok 10 yang kurang lebih 4 minggu lagi kami akan presentasi dan mengumpulkan video. Aku dan kelompokku mengerjakan tugas ini di rumah salah satu anggota kelompok, yaitu Divaniar. 

Untuk pembuatan makalah lumayan agak susah karena harus membuat makalah yang lengkap, tidak seperti mata kuliah lainnya yang boleh saja membuat makalah sederhana, namun tidak untuk mata kuliah ini. Setiap detail makalah sangat diperhatikan oleh dosen mata kuliah ini. Ketika kami menyelesaikan makalah, ppt, dan format mengajar. Kami membuat properti untuk persiapan mengajar. Properti ini berupa nomor-nomor yang akan diikat di kepala teman yang akan menjadi murid. 

Simulasi yang kami dapatkan yaitu metode numbered head together, di mana metode ini merupakan salah satu strategi pembelajaran kooperatif. Siswa diberi kesempatan untuk membentuk kelompoknya masing-masing dan setiap anggota diberikan nomor di kepalanya dengan nomor yang berbeda dari 1 hingga 4 atau lebih. Guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok untuk mengerjakan soal yang sudah diberikan dengan nomor yang berbeda. Misalnya, siswa yang mendapat nomor kepala 1 maka akan mengerjakan nomor 1 pula, begitu pula seterusnya. 

Setelah dalam satu kelompok tersebut selesai mengerjakan masing-masing tugasnya. Mereka di minta untuk bergabung dengan kelompok lain dengan nomor yang sama. Mereka saling menukarkan jawaban mereka agar mendapat jawaban yang benar atau kesimpulan yang benar. Setelah selesai bergabung dengan siswa yang mendapatkan nomor yang sama. Mereka melaporkan hasil kerja mereka ke depan kelas atau mempresentasikan hasil jawaban mereka. 

Dalam kesempatan ini, aku ditunjuk sebagai guru yang mewakili pembuatan video dalam kelompokku. Sedangkan teman yang lain membantu untuk menjadi murid dan sebagai pembuat video. Teman-taman yang lain juga membantu dalam proses pembelajaran ini. Untungnya dalam pembuatan video ini, banyak temanku yang ikut berpartisipasi. Aku sangat berterima kasih kepada teman-teman yang sudah membantu dalam video ini. 

Setelah waktu presentasi sudah tiba, aku sedikit deg-degan, karena dosen ini sangat terkenal teliti dengan kesalahan mahasiswa. Untungnya, kelompokku presentasi dengan sangat baik, kami berkumpul di rumah Divaniar untuk presentasi bersama secara online. Saat berjalannya presentasi, ada sedikit hambatan, karena cuaca diluar sedang hujan lebat sehingga suara kami kurang terdengar dan menampilkan video juga tidak terlalu kedengaran. 

Tetapi, aku sudah mengirimkan video kepada dosen saat sebelum mulai presentasi, jadi dosen tersebut sudah melihat hasil video kami. Untuk video kelompokku tidak ada masalah, tidak ada yang salah, hanya saja pembuatan makalah kami kurang lengkap, kurang adanya partisipasi pemakalah dalam penulisan makalah tersebut, yang membahas metode diskusi. Dalam makalah metode diskusi tersebut kurang kesimpulan dari kelompokku. 

Setelah selesai presentasi mata kuliah ini, aku benar-benar merasa lega karena sudah hilang beban tugas dan presentasi dari mata kuliah yang cukup menegangkan, walaupun mata kuliah ini cukup membuat deg-degan dan banyak beban, tetapi mata kuliah ini lah yang sangat aku suka. Karena kita dapat mengetahui metode dan strategi apa yang digunakan dalam pembelajaran nanti kedepannya. Dosennya juga banyak memberikan feedback untuk kami memperbaiki kesalahan-kesalahan. 

Sedikit isi penjelasan makalah yang kami buat, yaitu metode diskusi, metode Diskusi adalah suatu cara dalam proses pembelajaran yang digunakan melalui pertukaran pendapat secara lisan dengan dua orang atau lebih yang saling mengeluarkan argumentasinya dalam menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan dengan materi dan tema yang sudah ditentukan. 

metode diskusi dalam pendidikan agama Islam bukanlah hanya percakapan atau debat biasa saja, tetapi diskusi timbul karena ada masalah yang memerlukan jawaban atau pendapat yang bermacam-macam. Peranan guru pendidikan agama Islam dalam metode diskusi ini sangat penting dalam rangka menghidupkan kegairahan pemikiran peserta didik mengungkapkan persoalan-persoalan pendidikan yang dihadapi. 

Hari kamis di kelas kami juga ada jadwal 2 mata kuliah, yaitu mata kuliah pengembangan kurikulum PAI dan psikologi perkembangan peserta didik. Jam pertama kami yaitu Psikologi, yang dimulai pada jam 7 pagi. Untuk mata kuliah psikologi ini agak sedikit berbeda dengan mata kuliah lain, karena dari awal hingga menjelang ujian tengah semester, kami hanya diberi penjelasan dari dosen saja, tidak dibebankan tugas. 

Banyak pembelajaran yang kami dapatkan dari mata kuliah ini, tentang menghadapi peserta didik dengan berbagai karakter, menyelesaikan masalah yang terjadi pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa dan sesama teman. Kuliahnya lumayan santai karena kami hanya mendengarkan penjelasan dosen dan berdiskusi tentang masalah-masalah yang dihadapi dalam kasus sehari-hari. Mata kuliah ini selalu diadakan offline terkecuali jika ada halangan, baik halangan dari mahasiswa maupun dari dosen yang sedang sakit. 

Namun kami selalu mencari hari pengganti untuk mengisi kekurangan absen. Untuk pertama kalinya ujian tengah semester diadakan offline di mata kuliah psikologi. Sangat menegangkan untuk pertama kalinya ujian ini. Bahkan ada beberapa soal yang terlewatkan karena aku kurang belajar dan kurang mengetahui materi tersebut. Setelah selesai ujian tengah semester, kami dibagi dalam beberapa kelompok, baru lah kami diberi tugas kelompok, yang sebelumnya tidak diberikan. 

Presentasi kali ini sengat-sangat berbeda dari presentasi yang sudah aku lewatkan, karena kami diberi tugas untuk mencari kasus-kasus apa saja yang terjadi dalam materi yang sudah diberikan. Sama seperti ujian tengah semester, ujian akhir juga dilakukan secara offline, sama dengan mata kuliah statistik yang diadakan offline untuk UASnya. 

Setelah selesai dalam mata kuliah psikologi ini, kami melanjutkan mata kuliah pengembangan kurikulum, kami hanya bertatap muka di kelas sekali pertemuan, pertemuan berikutnya diadakan secara online, sama dengan mata kuliah lainnya. Mata kuliah ini juga dibagi dalam beberapa kelompok, tugas makalah dengan materi yang sudah ditentukan, dan presentasi seperti biasa melalui google meet. 

Hari Jum’at kami hanya ada 1 mata kuliah, yaitu manajemen pendidikan. Untuk mata kuliah ini kami banyak menghabiskan waktu tatap muka di kelas. Hanya saat idul fitri saja kami kuliah online. Beruntungnya saat pembagian kelompok, aku kelompok 3 yang presentasi hanya melalui google meet saja. Selebihnya untuk kelompok 4 sampai seterusnya sudah tatap muka. 

Begini lah kurang lebih pengalaman aku di semester 4 yang untuk pertama kaliny banyak menghabiskan waktu tatap muka. Aku sangat senang memasuki semester 4 ini, banyak pengalaman-pengalaman yang tidak didapatkan sebelumnya. Harapan untuk kedepannya semoga aku dan teman-teman yang lainnya semakin semangat dalam perkuliahan dan menjadi yang terbaik untuk diri sendiri. 


Komentar