Pengalaman Kuliah dan Harapan untuk kedepannya
Assalamualaikum Wr.Wb.
Halo namaku Raudhatul Jannah atau biasa disapa Ana. Aku kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Hingga saat ini, pemerintah masih terus menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing dan juga himbauan untuk di rumah saja serta menerapkan protokol kesehatan yang baik saat beraktivitas di dalam ataupun diluar rumah. Hal tersebut tentu saja membuat beberapa kegiatan harus dilakukan dari rumah salah satunya yaitu kegiatan perkuliahan. Sudah banyak kampus yang menerapkan metode kuliah jarak jauh (kuliah online) karena metode ini merupakan salah satu cara yang efektif agar kegiatan perkuliahan dapat terus berlanjut. kuliah online ini dapat dilakukan dimana pun kita ingin. Tidak seperti saat kuliah offline atau tatap muka yang mengharuskan mahasiswa hadir di dalam kelas, kuliah online dapat dilakukan mahasiswa dimana saja baik di dalam ataupun di luar rumah. Karena tempat yang cukup nyaman dan tenang dapat membuat perkuliahan berjalan dengan lebih maksimal.
Kuliah online yaitu sistem perkuliahan yang memanfaatkan akses internet sebagai media pembelajaran yang dirancang dan ditampilkan dalam bentuk modul kuliah, rekaman video, audio atau tulisan oleh pihak akademi/universitas menggunakan berbagai platform yang memanfaatkan Teknologi Digitalisasi Pendidikan. Namun, karena sistem yang mengharuskan dirumah membuat interaksi sosial secara langsung terhambat. Perubahan pola belajar dalam pencarian informasi dan sumber ilmu yang tadinya bersumber dari buku-buku bacaan saat ini beralih melalui internet.
Pengalaman aku pada 2 semester ini cukup singkat karena di masa pandemi covid-19 yang mengharuskan aku dan mahasiswa lainnya hanya kuliah online. Awalnya aku merasa senang karena tidak siap untuk menghadapi dunia perguruan tinggi, jadi aku senang melakukannya secara online namun aku juga merasa sedih karena melihat kesenangan kakak tingkat di sosial media saat melaksanakan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) ditahun lalu.
Saat hari pertama aku PBAK, aku mendapatkan kelompok 18 yang beranggotakan mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Kubu raya. Kami melakukan pertemuan yang tidak terlalu ramai dan tetap menjaga protokol kesehatan. Hari kedua dan ketiga aku hanya dirumah dan sangat melelahkan karena seharian dari pagi hingga sore hanya menatap gawai dan buku.
Saat hari pertama aku kuliah. Seperti hari biasanya, aku bangun tidur di pagi hari dengan menatap gawaiku, tetapi ada yang berbeda pada pagi ini, karena hari ini adalah kuliah pertamaku yang dilakukan secara online, tapi walaupun online aku cukup deg-deg rasanya karena harus mengenal teman dan dosen ku secara tidak langsung dan harus memahami setiap penjelasan yang disampaikan. Saat jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB semua teman sudah bersiap untuk absen kelas melalui via grup whatsapp.
Absen kelas pada saat pertama sangat tidak beraturan karena pengalaman pertama masuk kuliah, aku mendapatkan teman yang sangat baik kalau dilihat dari cara mereka berbicara via online. Pada pukul 08.40 WIB kelas pun berakhir dan pergantian jam mata kuliah Bahasa Inggris. Untungnya pada mata kuliah ini tidak terjadi lagi masalah seperti pertama yaitu absen yang tidak beraturan, semua sangat beraturan. Pada pertemuan pertama ini kami hanya melakukan tanya jawab seputar biografi dan pengalaman dosen.
sebelum melakukan tanya jawab, kami diskusi terlebih dahulu terkait masalah media yang akan digunakan pada saat kuliah online ini. Hari ini kelas kami hanya 2 mata kuliah dan Alhamdulillah sudah selesai. Saat itu perasaanku bercampur antara senang dan sedih, aku senang sudah mulai kuliah dan resmi menjadi mahasiswa tetapi sedih juga tidak dapat mengenal suasana baru secara langsung. Seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang” sayangnya kami hanya bisa mengenal melalui Online ini dan hanya di rumah saja. Setelah semua selesai, aku pun melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Minggu ke dua ini tentu saja tidak asing lagi bagiku untuk menjalani kuliah onlineini, karena sudah seminggu aku menjalaninya, sudah hampir kenal antara satu sama lain. Seperti minggu lalu, hari Senin ini aku bangun lebih pagi karena ada mata kuliah Bahasa Indonesia di pagi hari, pertemuan kali ini cukup berbeda karena lebih banyak menyampaikan materi dan juga sudah belajar membuat blog. Begitu pula Bahasa Inggris yang sebelumnya hanya perkenalan, kini di beri tugas melalui via classroom. Tidak terlalu banyak tugasnya hanya 3 soal dan tidak terlalu sulit. Setelah selesai itu tidak ada lagi mata kuliah di hari senin, aku pun melanjutkan kegiatanku sehari-hari.
Bagitulah kegiatanku sehari-hari, tidak banyak pengalaman yang luar biasa namun tetap bersyukur karena masih bisa diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Ada banyak macam via yang digunakan pada saat semester satu ini, ada yang hanya menggunakan via whatsApp group, google classroom, google meet, Youtube, zoom meeting, blogger. Aplikasi tersebut adalah suatu aplikasi dari Google untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar. Banyak mahasiswa dan dosen menggunakan aplikasi ini saat mereka mengadakan kuliah secara online. Masing-masing mata kuliah berbeda dan kami harus beradaptasi dengan hal baru.
Kami pernah melaksanakan perkuliahan online ini saat tanggal merah yang mana seharusnya pada saat itu kami libur, namun tidak masalah bagi kami karena hanya di rumah saja. Ada juga pada saat sedang semangatnya melaksanakan perkuliahan, tetapi ada dosen yang sulit dihubungi, jadi kami hanya menunggu hingga ada kabar selanjutnya. Di semester ini kami juga ada tugas kelompok, namun tidak terlalu banyak mata kuliah yang mengharuskan kerja kelompok, hanya satu atau dua mata kuliah saja.
Kami melakukan pembagian kelompok berdasarkan teman dekat saja karena masih online belum terlalu banyak mengenal satu sama lain. Aku memilih kelompok yang rumahnya tidak terlalu jauh, jadi kami bisa mengerjakan tugas bersama. Karena cukup bosan di rumah saja, aku dan teman-teman mulai sering bertemu untuk mengerjakan tugas bersama. Kami juga berkumpul pada saat akan melakukan presentasi kelompok kami.
Ada hari dimana aku sangat lelah, yaitu hari Jum’at. Jum’at itu sangat padat jadwal kuliahnya mulai dri jam 07:00 pagi sampai sore tetapi tidak semua mata kuliah berjalan dengan efektif. Di jam pertama kami disuruh menonton video yang berisikan materi perkenalan menggunakan B.Arab . kami juga diberi tugas melalui googleform dengan mengirimkan audio perkenalan menggunakan B. Arab. Setelah selesai, aku diberi sarapan oleh ibu, biasanya aku siapkan sendiri tetapi karena ibu melihatku sedang sibuk jadi aku dibawakan sarapan. Setelah itu aku mandi dan lanjut mata kuliah ke 2 ternyata dosennya keluar kota dan sudah memberikan tugas. Mata kuliah ke 3 ini dimulai setelah selesai Sholat Ju’mat.
Setiap hari senin, kembali lagi ke aktivitas seperti biasanya setelah santai rebahan dengan libur 2 hari yaitu sabtu dan minggu. Seperti biasanya senin itu kembali lagi seperti biasanya mulai dari bangun pagi dan mata kuliah yang tidak berubah hanya saja ada mata kuliah yang di ubah menjadi hari kamis. Siang hari aku hanya mengerjakan tugas dan tidur siang, saat sore hari ternyata air pasang dan hujan aku pun bimbang takut air semakin banjir tapi tidak, hujan hanya sebentar dan malamnya aku jalan-jalan bersama sepupu dan saudaraku hingga larut malam. Sebenarnya aku anak rumahan yang tak di izikan keluar malam lewat dari jam 9 tetapi karena ini bersama saudaraku jadi aku bebas pulang jam berapa pun. Semester satu ini aku lebih santai karena sudah terbiasa dan juga belum terlalu banyak tugas, jadi aku masih bisa pergi keluar rumah.
Pengalamanku pada saat pertama menghadapi Ujian Tengah Semester atau biasa disebut UTS. Senin, begitulah hari di mana hari yang paling ditakuti oleh sebagian orang. Mungkin kali ini aku bersemangat karena UTS akan segera dimulai tetapi ada juga sedikit rasa khawatir. Ya kali ini aku merasa begitu cepat waktu berlalu hingga tak terasa sudah senin. Karena UTS yang diberikan tenggat waktu 2 hari, aku pergi belanja bersama ibu ke pasar di salah satu kotaku. Pulang dari pasar, aku mengerjakan tugasku. Tak terasa sudah menjelang magrib aku pun kembali ke aktivitas seperti biasanya.
Selasa pagi ini tidak ada mata kuliah, aku kembali mengerjakan tugas dan UTS yang sudah diberikan. Jam 1 siang ini ada mata kuliah DKK yang juga UTS. Seharian ini aku hanya mengerjakan tugas. Tidak terasa sudah tengah malam dan aku pun tertidur dengan earphonku dan gawai di tangan. Rabu, 9 Desember 2020 adalah hari libur Nasional karena ada Pilkada serentak seluruh Indonesia tetapi di daerahku tidak ada. Perkuliahan tetap berlanjut dan berjalan seperti biasa tidak ada libur ataupun cuti. Sore ini aku ada janjian dengan teman Aliyah ku untuk ketemuan, kami katemuan di tempat makan yang lagi kekinian. Aku sangat rindu dengan temanku ini karena masing-masing sibuk dengan kuliahnya jadi kami jarang sekali bertemu. Saat sudaj malam kami semua pulang ke rumah masing-masing.
kamis ini aku libur karena memang tidak ada mata kuliah dan hari ini aku habiskan untuk mencoba membuat es krim ala-ala. Setelah mencoba akhirnya es krim aku jadi. hari ini begitu panas karena sudah kurang lebih hampir 2 minggu tidak hujan dan cuaca sangat mendukung untuk memakan es krim. Jum’at 11 Desember hari ini sangat padat jadwal kuliahku dari pagi hingga sore, aku ada tugas bahasa Arab yang sangat sulit aku pahami tetapi sedikit-sedikit aku mulai paham.
Kurang lebih itulah pengalamanku pada saat menghadapi UTS pertamaku. Saat semua mata kuliah sudah selesai UTS, aku dan teman sekelas yang lainnya diberi tugas lagi yang kurang lebih sama seperti sebelumnya, hanya materi yang berbeda. Kembali lagi ke aktivitas seperti sebelumnya hingga menghadapi Ujian Akhir Semester.
Dari pengalaman di semester ini aku sangat suka dengan mata kuliah Bahasa Indonesia karena ditugaskan membuat sebuah karya yaitu satu buku. Aku tidak pernah membuat buku dan tidak mengetahui bagaimana caranya. Awalnya aku sangat bingung dan tidak suka karena terlalu banyak untuk menulis satu buku, namun setelah diberi arahan dan gambaran, aku tertarik untuk memulainya hingga sedikit demi sedikit, kata demi kata, kalimat demi kalimat tersusun dengan mudah walaupun ada beberapa kesalahan. Aku bisa belajar dari kesalahan tersebut.
Mata kuliah yang agak sedikit berat bagi aku adalah Dasar-dasar Kependidikan. Karena mata kuliah ini banyak menggunakan via online yaitu, WhatsApp group, youtube, dan google meet. Dosennya pun kadang berbeda dan beda hari. Kami juga ada tugas observasi yang mengharuskan kami untuk pergi ke sekolah yang akan kami jadikan tempat untuk melakukan observasi. Pada saat itu aku memilih ke MAN 1 Pontianak karena aku alumni dari situ agar memudahkanku untuk memenuhi tugas tersebut, walaupun sempat mengalami kendala yang cukup susah. Namun tugas ini adalah tugas terakhir mata kuliah tersebut untuk penilaian UAS.
Kurang lebih seperti itulah pengalaman aku pada semester satu yang cukup banyak mengalami kesulitan karena harus beradaptasi online dan aku adalah angkatan pertama yang masuk kuliah menjadi mahasiswa baru melalui via serba online. Ada senang dan sedih namun semua tetap dijalani dengan penuh rasa syukur.
Pada saat memasuki semester genap yaitu semester 2, aku tetap memasuki kelas yang sama seperti semester sebelumnya yaitu kelas E dan teman yang sama pula. Kami masuk seperti biasanya setelah libur semester yang lumayan panjang. Pengalaman di semester dua ini pun juga tidak terlalu banyak karena masih sama, yaitu online. Karena sudah cukup beradaptasi di semester sebelumnya, di semester ini aku lebih mudah untuk melewatinya, namun tugas yang tak pernah ada habisnya mulai menanti. Sudah hampir satu tahun kami melakukan kuliah online ini, sehingga aktivitas tersebut seakan lumrah kita rasakan dan menerimanya dengan baik. Akibat sistem kuliah online, mahasiswa tentu dituntut untuk dapat belajar secara mandiri dan mempunyai inisiatif dalam mengembangkan segala potensi dan wawasannya. Karena apabila mahasiswa tidak berperilaku demikian, maka tentu bakalan sulit dalam mengahadapi kondisi yang terjadi.
Di semester dua ini sangat banyak tugas yang mengharuskan kami membentuk kelompok, hampir semua mata kuliah menggunakan kelompok untuk membuat makalah yang kemudian akan di presentasikan. Kami melewati berbagai macam tugas dengan berbagai tantangan juga. Mulai dari materi yang sulit didapatkan, kuota yang pas-pasan, kelompok kurang kompak, teman yang sulit dihubungi, presentasi kurang maksimal, grogi saat harus on cam di google meet, kondisi jaringan internet bermasalah. Kondisi jaringan internet yang berbeda beda di setiap daerah sangat mempengaruhi berlangsungnya perkuliahan. Untuk mahasiswa yang tinggal di daerah perkotaan tentu tidak akan terlalu bermasalah dengan jaringan internet, namun untuk mahasiswa yang tinggal di daerah pedesaan terkadang cukup kesulitan untuk menemukan jaringan yang bagus sehingga membuat kuliah online terganggu.
Masalah lain juga dialami, yaitu Akibat sulit dan kurang mengertinya pengoperasian media yang digunakan, banyak dosen yang mengganti kuliahnya dengan memberikan mahasiswanya banyak tugas. Akibatnya jumlah tugas kuliah menumpuk, sehingga kurang maksimal dalam pengerjaannya, belum lagi tugas yang deadline nya cukup singkat. Disemester ini pun sulit menemukan kesalahan yang dikerjakan, Karena sulitnya proses komunikasi saat kuliah online, banyaknya tugas yang diberikan dosen tanpa adanya feedback. Hal ini seakan cuma formalitas semata bagi sebagian dosen, memberikan tugas, dikumpulkan, setelah itu diberikan tugas lagi tanpa adanya penjelasan mengenai tugas tersebut. Mahasiswa pun dianggap seakan-akan sudah mengerti dan menguasai semua materinya.
Aku menjadi penanggung jawab di salah satu mata kuliah, dosennya cukup tegas sehingga aku agak sedikit takut pada saat mencoba menghubungi beliau untuk mengingatkan ada jadwal mata kuliah. Dosennya pun tegas dalam soal pakaian karena kami harus on cam di akhir pertemuan, kami diharuskan menggunakan pakaian seperti kuliah di kampus. Ternyata dosen ini memiliki asisten dosen yang baik dan agak sedikit longgar cara mengajarnya, jadi kami tidak terlalu tegang pada saat mata kuliah ini.
Aku pernah diberi tugas yaitu mencari tentang bangunan atau benda sejarah yang memiliki unsur kebudayaan Islam. Aku memilih untuk mencari tahu tentang Istana Kadariah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku. Aku suka dengan tugas ini, karena dapat mengetahui lebih dalam tentang Istana atau keraton yang selama ini menjadi ikon penting di kotaku yaitu Kota Pontianak.
Aku juga mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan di semester dua ini karena pernah terjadi presentasi yang kurang maksimal oleh kelompok temanku, yang membuat dosen ini marah dan langsung pamit meninggalkan meeting tersebut, kami semua merasa bersalah, kami langsung meminta maaf kepada dosen tersebut, baik secara pribadi maupun kelompok. Dari pengalaman ini aku belajar bahwa seharusnya melakukan segala sesuatu harus dengan maksimal dan tidak asal-asalan agar nilai yang di dapatkan juga maksimal sesuai dengan usaha.
Disemester ini aku memberanikan diri untuk mengikuti organisasi, yang mengharuskan aku untuk keluar rumah dan kuliah online di luar, agak mengalami kesulitan karena harus fokus pada kegiatan yang dilakukan di organisasi tersebut dan harus fokus juga pada tugas yang diberikan, beruntungnya tugas yang diberikan sudah aku persiapkan sebelumnya. Kurang lebih tiga hari aku pulang ke rumah dan melanjutkan aktivitas seperti biasanya lagi. Aku berfikir setelah ini akan diadakan kuliah tatap muka, namun wacananya saja belum ada, bahkan saat aku dan temanku ingin ke kampus menemui dosen untuk mengambil buku, kami tidak dibolehkan dulu karena kampus pada saat itu sedang lockdown, sangat jauh dari kata tatap muka.
Setelah aku melanjutkan aktivitas seperti biasa dan menyelesaikan semua tugas, terbitlah presentasi yang membuatku deg-degan karena sangat banyak mata kuliah yang menggunakan media google meet dan harus menyalakan kamera. Belum lagi pada saat sesi tanya jawab yang mengharuskan kami anggota kelompok harus paham semua materi yang disampaikan, apabila kurang paham maka kami harus mencari lagi di google agar mendapatkan jawaban dari pertanyaan teman-teman yang bertanya. Tak jarang pada saat pencarian jawaban kami sangat lama, sehingga dosen harus memanggil beberapa kali agar kami bisa menjawab dengan cepat.
Metode UTS yang digunakan pada semester ini kurang lebih sama pada semester sebelumnya, namun lebih banyak diberikan soal dan tugas makalah untuk individu, belum lagi kami diberikan tugas video. Menurutku, tugas video inilah yang sangat susah karena kurang paham untuk mengedit agar video tersebut tidak bosan dilihat. Akhirnya aku meminta bantuan teman untuk mengedit video tersebut. kendala lainnya juga dirasakan karena besarnya ukuran file video, jadi cukup sulit untuk mengirimnya melalui WAG. Teman-teman lain pun juga kesulitan untuk mendownload file tersebut.
Kami juga diberi kesempatan untuk melakukan webinar yang belum pernah kami lakukan disemester sebelumnya, aku mendapat tugas sebagai panelis yang mengharuskan aku harus bisa menguasai materi yang akan dibicarakan. Aku sangat gugup karena webinar ini gabungan dari kelas D dan E, dimana aku tidak mengenal mereka semua dengan baik.
Harapanku untuk semester berikutnya yang pertama adalah dilakukan kuliah tatap muka, karena sudah ada wacana akan dilakukan kuliah tatap muka disemester baru, namun tidak terasa aku sudah memasuki semester baru, yaitu semester ganjil atau semester tiga yang ternyata masih tetap sama, hanya wacana, lagi-lagi aku harus melakukannya secara online. Harapan lain, agar biaya UKT bisa diringankan dan memberikan info yang jelas.
Aku juga berharap agar perkulihan ini lebih banyak menggunakan whatsApp group karena lebih hemat kuota internet, menggunakan media yang memadai lainnya juga untuk memberikan penjelasan materi yang cukup dimengerti mahasiswa. Dari segi penilaian atau assesment diharapkan dosen dapat berlaku adil dan menghargai usaha dari para mahasiswanya. Dari segi tugas dan koreksinya, diharapkan dosen dapat memberikan feedback agar mahasiswa dapat mengetahui lebih jelas terhadap tugas yang sudah dikerjakan.
tingkat keefektifannya yang bisa dikatakan relatif, tergantung dari masing-masing komponen yang menunjang atau turut serta dalam proses pembelajaran daring ini sehingga diharapkan pembelajaran ini membawa hasil yang terbaik meskipun dalam keterbatasan yang ada. Mahasiswa diharapkan mandiri dan lebih aktif belajar bukan hanya mengandalkan materi yang telah diberikan saja tetapi juga dari sumber lain. Dosen dan pihak Fakultas/Universitas hendaknya menyesuaikan kurikulum dengan keadaan saat ini sehingga perkuliahan daring tetap dapat dilaksanakan dan tidak terlalu membebani. Diperlukan pula model pembelajaran yang atraktif, aktif, dan dapat diterima oleh semua tipe mahasiswa. Pemerintah juga mengusahakan yang terbaik untuk menunjang keberlangsungan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 ini, seperti contohnya pemberian subsidi kuota bagi siswa, guru, mahasiswa, maupun dosen tiap bulannya. Dalam jangka panjang, pembelajaran daring dapat membatasi kegiatan lapangan atau praktikum yang mendukung mata kuliah sehingga diperlukan inovasi pembelajaran campuran learning saat kondisi sudah mulai membaik dan memungkinkan pelaksanaan protokol kesehatan di kampus.
Namun situasi sekarang sangat memberi beban pada mahasiswa dan membuat pengalaman perkuliahan menjadi sesuatu yang membosankan, bahkan bisa sampai pada titik kejenuhan dan berdampak pada tidak berkualitasnya pendidikan yang diperoleh. Mahasiswa terengah-engah mengikuti proses pembelajaran. Dalam sekejap tugas menumpuk. Mereka dituntut bertransformasi jadi pembelajar mandiri dalam waktu semalam.
Diharapkan semoga pembelajaran melalui online ini dapat lebih maksimal lagi, baik mahasiswa maupun dosen.
Menghadapi situasi seperti ini, aku sangat berharap jika mahasiswa semester 3 yang sama sekali belum pernah merasakan kuliah tatap muka ini segera kuliah luring atau tatap muka. Mungkin sudah setahun ini aku sudah terbiasa dengan kuliah online, namun harapan untuk beradaptasi dengan hal baru sangat diinginkan, bukan soal kenyamanan atau tidak nyaman, namun sudah seharusnya kami mendapatkan fasilitas yang seharusnya didaptkan agar materi pun didapatkan dengan baik, tugas dikerjakan dengan baik, bukan hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja. Semoga pandemi ini pun segera berakhir, bukan hanya dunia perkuliahan, namun semua jenjang pendidikan juga mengalami kesulitan saat kuliah online, maka dari itu semoga pendidikan di Indonesia ini lebih baik lagi. Dan semoga semua juga bisa menerima kondisi seperti ini.
Komentar
Posting Komentar